Hari Ayah (Father's Day), Konspirasi, dan Mimpi

#Quantamara The Princess of mine

Hari itu tanggal 4 September 2016, hari di mana kali pertama aku ikuti perjalanan budaya berbentuk jalan sehat sekaligus karnaval bersama keluarga dalam rangka memperingati hari kemerdekaan sekaligus SEDEKAH BUMI kelurahan Pelemwatu, kecamatan Menganti, Gresik, Jawa Timur.

Prosesi kegiatan budaya yang lumrah dan wajar. Tapi, bukan di soal kegiatannya, tapi lebih pada foto yang menggambarkan saya memanggul anak wedok saya yang bernama QUANTAMARA NASTRA AZZURA, saat saya jadikan itu sebagai profile picture di Whatssapp dan saya bagi pula di grup, ada yang berkomentar bahwa foto saya itu cocok untuk perayaan FATHER's DAY.

Sejujurnya saya agak bertanya-tanya kapan tepatnya Father's Day dirayakan? Sejak kapan tradisi hari bapak itu ada dan diselenggarakan di mana di bagian wilayah Indonesia ini? Setelah menyimpan tanda tanya yang sengaja tak saya lontarkan tersebut, saya diam-diam mencari informasi terkait Hari Bapak. Eh lah kok langsung njedul di urutan pertama Hari Ayah dengan laman wikipedia Indonesia dan Father's Day dengan laman Wikipedia.org.

Ternyata dari kedua laman di atas saya menemukan:
Biasanya Hari Ayah dirayakan dengan pemberian hadiah kepada ayah dan kegiatan kekeluargaan. Selain semua itu juga Ayah adalah tulang punggung, sandaran, dan pelindung dalam sebuah rumah tangga.
Lalu,
Father's Day is a celebration honoring fathers and celebrating fatherhood, paternal bonds, and the influence of fathers in society. In Catholic Europe, it has been celebrated on March 19 (St. Joseph's Day) since the Middle Ages. 
Fakta lainnya dari wikipedia, bahwasanya hari Ayah di seluruh dunia itu tidak sama dan serentak di masing-masing negara.  Saat kemarin saya berkegiatan di tanggal 4 September, maka sejatinya di Indonesia tidak ada perayaan hari Ayah, karena Indonesia baru merayakannya pada tanggal 12 November dan baru diresmikan tanggal tersebut sebagai hari ayah pada tahun 2006 di masa pemerintahan SBY.

Saya curiga dengan fakta-fakta yang ada, bahwasanya telah terjadi gelombang katolikisasi dengan penetapan Hari Ayah di seluruh dunia yang terinspirasi dari Katolik Eropa sejak abad pertengahan. Kedua, tanggal 4 September yang merayakan father's day adalah Australia, dan tetangga kanan-kirinya.

Saya kemudian menjadi seolah yakin bahwa telah terjadi konspirasi dalam menjerumuskan saya di tanggal 4 September 2016 kemarin. Seolah panitia tujuhbelasan diinstruksikan oleh invisible hand di Australia sana agar menyelenggarakan acaranya di Hari Ayah-nya Australia yang bekerjasama dengan keuskupan Surabaya menitahkan utusannya menemui ketua RT dan RW saya agar mau bekerjasama dengan mereka dan meminta anak saya agar saya mau menggendong Quantamara di acara Jalan sehat dan karnaval Tujuhbelasan di hari ayahnya Australia.

Saya rasa ini tidak bisa dibiarkan, konspirasi ini harus segera dihentikan, bagaimana mungkin saya yang superindependen begini bisa dikendalikan dan diarahkan mengikuti arahan ostrali, saya tidak terima, saya marah, saya menolaknya.

Itu foto bukan karena Father's day-nya ostrali, itu juga bukan karena hasil konspirasi ostrali dengan katolik Roma, itu semua karena memang saya sayang Quantamara. Tiap hari kapanpun di manapun saja bila sempat, saya akan terus menyayangnya dengan cara saya. Memanggulnya jika kuat. Sekali lagi ini bukan konspirasi. Bukaaaaaaaaannn....

---o0o---

"Paaaaaaak, bangun pak. Mbok ya ra sah lebay gitu dong....!!!" 
Teriakan dari seberang sana membangunkan.
Share on Google Plus

About Gempur Abdul Ghofur

3 comments:

  1. trims banget untuk tipsnya. blog seperti ini yang saya suka..selalu memberikan informasi yang bermanfaat untuk para pembaca..update trus sob

    ReplyDelete