Menjaga Cinta Menjaga Jamaah

(وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ)
[Surat Ta-Ha 132]
"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa."

Kebagian membaca, di kali kedua menjumpai ayat ini dan sebelumnya juga menjumpai ayat ini:

(إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي)
[Surat Ta-Ha 14]
" Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku."

Khotmul qur'an (ختم القرأن) menjadi tradisi di Masjid Attaqwa, Perumahan Palem Pertiwi, Menganti, Gresik. Dilaksanakan setiap hari Ahad pagi setelah subuh di akhir bulan.

Pasca lebaran tahun ini ditambahi agenda baru, kajian kitab klasik Nashoihul Ibad (نصائح العباد) oleh bapak K.H. Ma'mun yang jamaahnya tidak banyak tapi alhamdulillahnya semangat tinggi. Padahal subuh mesti ramai pula jamaahnya.

Ini masjid sebenarnya jamaahnya banyak banget. Tapi, karena lahannya yang terbatas, seringkali di waktu maghrib dan Isya, jamaah ibu-ibu terpaksa di teras masjid shalatnya. Pernah saking gak muatnya, jamaah ibu-ibu ngantri nunggu selesei jamaah.

Lalu apa hubungannya ayat di atas dengan tujuan tulisan ini ditulis? Hmmm. Gak ada yang perlu disampaikan ditujukan pada siapa. Just self reminder. Hanya sekadar merasa ditegur Gusti Allah saja. Perkaranya subuh tak berjamaah malah kesiangan bangunnya. Datang ke Masjid saat pengajian sudah hampir kelar menjelang doa penutupan.

Di masjid ini, meski kecil, tapi suasana berlomba menghidupkan kebaikan kental terasa, jamaah terlihat sepi jika semua orang di perumahan pada kerja. Tapi ramai saat maghrib, Isya, dan Subuh. Lima waktu terasa banyak orang jika pas liburan seperti hari minggu begini. Perumahan tapi seperti kampung perkotaan dalam  keramaian dan keramahan. Seperti desa di sekitaran pesantren untuk sholat berjamaah dan gotong royongnya.

Ada rencana perluasan tapi terbentur dana dan lahannya. Pembangunan Taman Pembangunan Al-Qur'annya saja belum kelar bahkan terhenti karena memang dana belum terkumpul kembali.
Jamaah di masjid ini benar-benar Bhinneka Tungga Ika, ada jamaah nahdhiyyin, muhammadiyyin, tabligh, tarbiyyah, salafy dan entah apalagi bingung identifikasinya. Alhamdulillahnya saling toleransi mengikuti siapa imamnya saat shalat berjamaah. Benturan kecil dan besar pernah dialami oleh pengurusnya, bahkan sampai sekarang. Syukur alhamdulillah, tak sampai putus berjamaah. Semua tetap mengutamakan kemaslahatan bersama. Paling utama adalah ibadah bersama tidak terhenti hanya karena persoalan furu'iyyah dan sebaliknya terus menerus bahu-membahu saling mengisi dan membangun fisik masjid imut dan mungil ini.

Satu rombongan khotmul qur'an satu rombongan lagi bekerja sama membangun fisik masjid. Jasad ruh imbang proporsional. Semoga terus istiqamah dalam kebaikan dan kebenaran. Amin.
Terus berdoa dan berusaha semoga kelar semua pembangunan fisiknya dan makin betah jamaahnya dalam beribadah. Doakan yaaaaa... ;) :)

Share on Google Plus

About Gempur Abdul Ghofur

0 comments:

Post a Comment