Tips Tembus SNMPTN 2016

Tips sukses menembus SNMPTN 2016 ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi selama lima tahun terlibat dalam tim suksesor SNMPTN di salah satu SMA Negeri di Surabaya, tepatnya SMA Negeri 11 Surabaya.





Seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) merupakan salah satu jalur masuk PTN yang sangat diminati oleh siswa kelas 12 yang berkeinginan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Dulu jalur ini dikenal sebagai jalur undangan untuk membedakan dengan jalur tes yang juga menggunakan nama SNMPTN. Sekarang ini jalur tes tulis menggunakan nama SBMPTN untuk membedakan dari SNMPTN. Jalur undangan atau SNMPTN ini merupakan jalur mudah bagi siswa karena dengan bermodalkan nilai rapor selama lima semester. SNMPTN ini memberi jawaban atas terputusnya pendidikan dari jalur menengah ke pendidikan tinggi. Dengan menggunakan rapor dan juga sederet prestasi akademis dan non-akademis, upaya belajar mereka dihargai sepadan. Begitupun juga para guru, apa yang mereka ajarkan tidak sia-sia karena upaya mereka mendapat pengakuan dari perguruan tinggi.

Tidak seperti sebelum adanya jalur undangan, seluruh siswa lulusan sekolah menengah wajib mengikuti seleksi terpisah yang "mewajibkan" para siswa untuk mengikuti kelas bimbingan khusus di luar sekolah dengan bobot materi yang lumayan ekstrim berbeda dari yang disampaikan oleh guru sekolah. Peran guru selama tiga tahun mendidik tereduksi tercerabut dengan sistem seleksi ini. Tergantikan oleh pendidikan instan dalam jangka waktu yang singkat.

SNMPTN memberi ruang apresiasi bagi guru sekolah menengah untuk mencetak siswa kualitas unggul agar mampu bersaing dengan sekolah lain memperebutkan kursi di perguruan tinggi. Meski demikian, SNMPTN dari tahun ke tahun mengalami perubahan terus-menerus yang tentunya perlu mendapatkan perhatian khusus dari guru sekolah menengah untuk menyiasatinya. Tak cukup bermodalkan seorang admin PDSS di level sekolah yang membantu memasukkan data siswa, tapi membutuhkan kinerja tim yang bagus dan solid yang mampu mengarahkan siswa untuk memilih jurusan yang tepat dan sesuai dengan minat dan bakatnya.

Selain itu, dari sisi siswa dibutuhkan kejelian dan kemampuan untuk membaca diri dan situasi kompetisi di sekolahnya untuk tembus SNMPTN utamanya di tahun 2016 ini yang semakin ketat.

Beberapa Tips tembus SNMPTN 2016 yang perlu dijadikan bahan pertimbangan untuk memilih jurusan di Perguruan tinggi favoritnya. Tips tersebut antara lain:

1. Pahami potensi diri (minat dan bakat)
Pilihlah jurusan yang sesuai dengan potensi diri, jangan memaksakan memilih jurusan di luar kemampuan, juga jangan terlalu merendahkan diri. Pandailah mengkalkulasi potensi diri. Sesuaikan minat dan bakat. Ikuti tes psikologi yang diselenggarakan oleh pihak sekolah atau ikutilah tes di lembaga penyedia layanan psikologi di kota anda. Jika tidak ada, gunakan data rapor anda.

2. Persiapkan bukti prestasi
Pindai (scan) seluruh bukti keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan yang terkait dengan jurusan yang dipilih. Utamakan piagam yang memang juara di tingkat kota/kabupaten, propinsi, nasional, dan internasional.

3. Amati nilai mata pelajaran yang meningkat grafiknya
Pilihlah jurusan yang sesuai dengan kemampuan yang dibuktikan oleh nilai yang merangkak naik grafiknya dari semester ke semester. Meski ini bukan patokan pasti, tetap layak untuk dijadikan bahan pertimbangan memilih jurusan PTN yang ingin dimasuki. Untuk tau grafik nilai anda, rekap semua nilai mata pelajaran anda dari semester 1 hingga semester 5 ke program pengolah spreadsheet lalu buat grafik dari data tersebut. Semoga sukses. :)

4. Jangan bersaing dengan teman yang peringkatnya lebih tinggi
Tips yang satu ini juga bukan patokan pasti karena banyak kriteria yang digunakan untuk menentukan lolos tidaknya siswa diterima. Akan tetapi, jika semua kriteria sama nilainya, bukan tidak mungkin peringkat yang lebih tinggi yang menentukan siswa diterima dan ini terjadi pada beberapa kasus siswa yang memang memiliki bobot sama di semua kriteria tapi beda di peringkat. Untuk mengetahui peringkat anda, mintalah data pada sekolah anda (wakasek kurikulum atau guru BK) yang kemungkinan memilikinya.

5. Jangan memilih jurusan yang di-blacklist
Jangan memilih jurusan yang di-blacklist oleh jurusan yang anda ingini. Jurusan yang di-blacklist adalah jurusan yang pada tahun sebelumnya ada siswa tahun sebelumnya diterima di jurusan tersebut tapi tidak diambil. Untuk mengetahui jurusan pilihan anda di-blacklist atau tidak, tanyakan ke guru bimbingan dan konseling di sekolah anda, siapa tau menyimpan informasinya. :)

6. Utamakan jurusan yang punya rekam jejak alumni yang bagus
Maksudnya adalah pilihlah jurusan yang memang memiliki riwayat alumni sekolah yang diterima di jurusan yang anda pilih dan dijalani dengan baik, tidak seperti yang dijelaskan di point 5. Akan tetapi, bukan berarti anda dilarang untuk memilih jurusan yang tidak memiliki rekam jejak alumni. Tetap disarankan/dianjurkan memilih jurusan sesuai minat dan bakat meski tidak memiliki rekam jejak alumni diterima di jurusan tersebut.

Masih banyak kriteria yang tidak diketahui penulis secara pasti, akan tetapi, keenam tips tersebut sudah lumayan cukup dijadikan bahan pertimbangan memilih jurusan.

Selamat memilih. :)
Share on Google Plus

About Gempur Abdul Ghofur

0 comments:

Post a Comment