Nasi Goreng Warung Pojok Stasiun Tawang Semarang



Pada sebuah senja, sehari menjelang akhir tahun 2015 di sebuah warung makan di pojok luar Stasiun Tawang Semarang.


Menunggu, bukan sesuatu yang mudah untuk dilalui, rasa bosan di daerah yang tak biasa disinggahi tak gampang dibuang. Empat jam, bilangan waktu yang harus terisi agar terdamparnya aku di Stasiun Tawang Semarang ini tak menjemukan.

Percakapan grup alumni kampus lama di media whatsapp memang lumayan menghibur, tapi tak cukup mengusir penat duduk. Jalan-jalan di seputaran Stasiun Tawang Semarang menjadi pilihan untuk dijalani mengingat batere Infinix Hot Note andalanku juga sudah sangat menipis hanya tinggal 4 persen saja.



Sambil jalan, kupotret kolam pancing publik di depan Stasiun Tawang Semarang yang jernih itu. Tak lupa mencari warung yang menyediakan charger untuk smartphone murah meriahku yang butuh pasokan energi baru.

Sepanjang tepi kolam, ada beberapa warung, tapi sumber daya tak tersedia. Lanjut jalan kaki ke jajaran warung di sebelah timur Stasiun Tawang Semarang, awalnya tak nampak itu colokan listrik, kalaupun ada kok ya tidak terpampang jelas untuk kebutuhan publik. Hingga ke ujung selatan tak nampak pula, akhirnya ikuti kaki melangkah entah di mana berhentinya.

Pada akhirnya, Warung Makan pojok utara Stasiun Tawang Semarang yang menjadi tujuanku. Setelah melihat menu masakan aneka rupa, nasi goreng menjadi pilihanku. Njajal merasakan kembali masakan manis Jawa Tengahan.


Keren nih nasi gorengnya, tak jauh beda rasanya dengan nasi goreng Jogja yang dominan kecapnya. Ditambah lagi kerupuknya yang wow kriuk dan gurih. Ini kerupuk bermerek putra acc memang kerasa campuran ikannya.



Kenikmatan makan ini semakin lengkap manakala tampak colokan listrik nangkring di atas kaleng kerupuk. Sempurna sudah. Bisa mengisi daya, bisa ngobrol, bisa pula menulis di blog nantinya.

Sembari menunggu terisi daya infinix hot note-ku, kunikmati nasi goreng dan kerupuk yang kerasa nendang ini. Lalu kututup dengan es jeruk yang suwegeeerrr menyejukkan kerongkongan.

Selesai sudah makan-makannya, baterei Infinix Hot Note-ku terisi 50% cukup untuk 12 jam ke depan dalam keadaan normal tidak sulit sinyal. Beranjak ke kasir. Bayar total habisnya makan dan minum. Alhamdulilah, lumayan juga, taksiranku antara 15-20 ribu. Ternyata kena 25 ribu. Yo wes rapopo, kacek sithik. Sepadan dengan rasa dan jasa colokannya. Hahahahaha.

Dari arah barat Stasiun terdengar suara azan maghrib, bergegaslah aku ke sana untuk menuntaskan wajibnya Muslim. Nah, setelah sholat maghrib, mulai nyari tempat nyaman untuk menulis. Menuntaskan sepi di Stasiun Tawang Semarang. :)



Maaf, teman-teman blogger Semarang, saya gak mampir anjangsana ke sampeyan semua. Maklum, hanya sebentar saja singgah untuk numpang motret wajah stasiunmu. Hehehehe...
Share on Google Plus

About Gempur Abdul Ghofur

1 comments:

  1. Jadi pengen kesana nih min, alamat lengkapnya dimana tuh min ?

    ReplyDelete