Meninggalnya Sang Ustadz Muda, Jefri Al-Bukhari

Kabar mengejutkan tiba di Jum'at subuh tertanggal 26 April 2013 melalui BBM dari seorang kawan jurnalis bahwasanya telah meninggal dunia Ustadz Jefri Al-Bukhori pada pukul 3 dinihari.

Sontak, kaget bukan kepalang, di usianya yang masih muda kok tiba-tiba meninggal dunia. Kenapa? Pertanyaan yang terus berputar di kepala bikin penasaran. Kenapa? Kenapa? Dan kenapa?

Kuputar semua gelombang tv di pagi ini, mencari tahu penyebab kematian beliau. Jelas tapi terlalu singkat, sangat tak mencukupi haus informasi atas semua tanda tanya di kepala. Kucoba cari tahu ke teman jurnalis itu, tapi belum juga dapat jawaban. Ya sudah, kutuliskan saja apa dan kenapa saya resah.

Ah, sudahlah. Bagiku kematiannya sudah sangat membuat gundah apapun penyebab kepergiannya.

Kehilangan? Jangan tanyakan itu, jelas saya kehilangan, suaranya mengisi hampir tiap hari memori anak saya sejak bayi hingga 2-3 tahun dengan lantunan shalawatnya.

Hingga kini pula tiap kali rindu alunan shalawat nabi dengan aransemen musik kontemporer yang menarik, selalu saya putar suara Ustad Jefri Al-Bukhori.

Saya kenal dekat bukan dengan sosoknya sebagai da'i muda yang digemari, jarang sekali kutonton tv, saya kenal beliau melalui shalawatnya. Iya, karena shalawatnya yang 'kini' banget tanpa kehilangan substansi isinya, bahkan malah sebaliknya, mampu memberikan 'ruh' dan 'warna' padanya.

Setiap kali zakka kecil rewel menangis gak bisa diam, kudendangkan shalawat dengan mengikuti musik yang mengalun dari smartphone. Dan bisa ditebak, zakka kecil akan segera diam lalu tertidur pulas dalam gendonganku.

Kini suaranya akan mengalun di telinga Quantamara.

Uje,
aku mencintai shalawatmu,
aku menyukai 'ruh' shalawatmu,
selamat jalan, bro.

Shalawatmu akan terus mengalir menemani dan mengisi waktu yang akan kau lewati di alam sana.

Semoga Allah memberi kelayakan di alam sana lebih dari yang manusia perkirakan. Amin.
Share on Google Plus

About Gempur Abdul Ghofur

0 comments:

Post a Comment