Ramadhan Bergegas, Fitri Lepas

Ramadhan 1433 H/2012 M baru saja berlalu, kesan yang ditinggalkan sepertinya senada dengan yang dialami oleh siapapun, bergegas cepat.

Iya, yang kurasakan pun demikian. Ramadhan bergegas pergi seolah tak betah berlama-lama menetap bersamaku. Pesan yang ingin ia tinggalkan terasa menusuk.

"Aku, ramadhan, merasakan sepi di antara milyaran umat manusia. Tak banyak yang menganggapku sebagai kawan sejati berjuang, teman sesungguhnya yang mengingatkan pada apa yang namanya substansi kehidupan."

"Aku, ramadhan, merasakan batin ratusan juta umat manusia dalam kebimbangan menginginkanku segera berlalu. Aku meradang dianggap beban. Ratusan juta dari mereka terlena indahnya dunia, juga sibuk tersungkur kelamnya. Aku putuskan segera bergegas."

Ya, kurasakan keresahan ramadhan yang segera bergegas itu. Aku merasakan menjadi bagian yang membuatnya resah. Ramadhan, maafkan aku yang tak mampu menjadikanmu tamu istimewa, teman sejati menuju substansi.

Kini, lebaran pun tiba, aku bingung, aku sudah terlanjur kehilangan kawan, mencari fitri yang tak tau entah di mana bisa kutemukan dia.

Fitri, seperti yang sudah dijanjikan oleh pemilik kehidupan kau akan datang, tapi hingga kini aku tak menemukan.

Malam hari kucari, yang kutemukan hanya mimpi. Siang hari menelusuri bayangan diri di bawah matahari, yang ada hanya ilusi.

Fitri, siapa kamu? Di mana gerangan dirimu? Aku dirundung rindu atas cerita dogma keindahanmu.

Maafkan aku, Ramadhan.
Maafkan aku, Fitri.
Share on Google Plus

About Gempur Abdul Ghofur

2 comments:

  1. hallo pak, maaf keluar jalur posting. hehe, sekedar mau ucapan Minal Aidzin wal Faidzin pak. Pengen belajar ngeblog lagi kayak dulu nih, go bokep blog ku nganggur. tolong dibantu pak. http://usumewongedan.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. @hafy: alhamdulillah, mau ngeblog lagi ya. Kereeeeennnn.

    ReplyDelete