Antara Sinetron Indonesia dan Sinetron Korea

Pendapat Kawan antara Sinetron Indonesia dan Sinetron KoreaSinetron Korea atau orang biasa menyebutnya dengan drama korea kini hampir tiap hari menghiasi layar kaca Indonesia, seperti yang pernah dialami oleh sinetron luar negeri pendahulunya, telenovela dan drama taiwan atau mandarin.

Sudah menjadi kelaziman di layar kaca negeri ini bahwasanya rating adalah "Tuhan" yang menentukan nasib sebuah produksi sinema. Tayangnya sinetron Korea dengan durasi pendek-pendek (tetap dalam bentuk serial) di jam tayang menjelang jam tayang premiere menjadi perbincangan yang menarik di kalangan anak muda terutama wanita.

Boomingnya sinetron Korea yang menyatu dalam K-Pop menjadi fenomena tersendiri mengingat jagad perfileman Korea sebelumnya tak pernah mengalahkan India atau Amerika Latin atau produksi Hongkong. Melalui jejaring sosial facebook, saya mendapatkan beberapa fakta yang menarik dari rekan-rekan saya. Jika disajikan dalam bentuk angka pasti atau dijadikan tolok ukur pembanding sepertinya kurang pas, akan tetapi tetap layak dijadikan bahan pertimbangan.

Menurut teman-teman saya di facebook, Sinetron Korea itu:

  1. Ceritanya lebih greget, tidak membosankan dan tidak berputar-putar alias mbulet;

  2. Bintangnya yang membedakan, para aktor dan aktris yang tidak cuma modal tampang tapi benar-benar digodog secara mumpuni kemampuan aktingnya;

  3. Temanya lebih realis, membumi, dan bisa dibuat instropeksi diri;

  4. Selalu menyisipkan kultur budaya, keindahan alam, tradisi masyarakatnya dan kekayaan kulinernya di setiap drama-drama mereka. Perpaduan antara bisnis perfilman sekaligus promosi budaya;

  5. Selalu ada nilai moral lebih di setiap ceritanya


Sementara itu, Sinetron Indonesia itu:

  1. Jalan ceritanya berputar-putar alias mbulet;

  2. Jalan ceritanya mudah ditebak;

  3. Episodenya terlalu panjang atau lama;

  4. Jalan ceritanya berlebihan (lebay) kadang alay dan -maaf- Jijay;


Namun, meski mendapat kritik yang keras, masih ada juga yang berpendapat Sinetron Indonesia itu bagus karena sudah ada yang menggunakan animasi 3 dimensi seperti sinetron yang ditayangkan di Indosiar dengan karakter naga dan kalajengking raksasanya.

Ada pula yang berpendapat, kedua sinetron baik Indonesia maupun Korea, sama-sama tidak menarik, durasinya terlalu panjang. Mereka yang tak memilih menonton kedua sinetron ini lebih suka dengan tayangan-tayangan lain seperti reality show atau 'drama politik' di senayan.

Bagaimana dengan Anda?
Share on Google Plus

About Gempur Abdul Ghofur

6 comments:

  1. Wa...saia suka Ninja Saga

    ReplyDelete
  2. wekekekekekekek... anakku yo doyan nek kuwi.. :D

    ReplyDelete
  3. halah, gayamu, mas. mbok yao ngaku wae nek doyan sinetron :D

    ReplyDelete
  4. betul kang, film diindonesi yang mbulet tuh yang episodenya gak jelas ... hehhee

    ReplyDelete