Kemarau yang Galau

Kemarau sudah di penghujungnya, menunggu tanda mengakhiri dirinya. Aku masih tergolek di ujung kamar sempit pengap. Masih menanti pencerahan yang berkelana entah ke mana.

Pernah menjumpainya dalam kesempatan prima, sayangnya itu belum terulang saat ini. Pencerahan itu hadir ketika pertemuan mood dan beban pikiran yang tak banyak, kala itu.

Kini, justru saat beban tak ada dan mood juga tak buruk, kenapa ide pencerahan juga tak hadir?

Adakah entitas lain yang mempengaruhinya?

Kemarau meranggas menghabiskan butir-butir bening di permukaan lembah. Gersang nyaris tak ada kehidupan.
Share on Google Plus

About Gempur Abdul Ghofur

3 comments:

  1. semoga hujan bisa lekas membasahi tanah yg merasakan galau :)

    salam

    ReplyDelete
  2. wah bagus tuh pak artikelnya, sya doakan secepatnya hujan rintik-rintik yang sejuk bisa membasahi kegersangan anda.

    ReplyDelete