Happy Birthday My Love

Ulang tahun sebenarnya bukan sesuatu yang istimewa dalam kamus hidup saya. Ia seperti hari-hari biasa lainnya. Tapi, karena peradaban dan budaya kota yang berkembang sedemikian cepatnya, menjadikan ulang tahun sebagai ritual budaya orang kota yang tak dapat disanggah.

Dulu, saya masih ingat, pertama kali ucapan selamat ulang tahun saya dapatkan dari mantan pacar saya yang kini menjadi istri, itupun lebih sebagai sekadar mencari momen untuk menambah intens jalinan hubungan kami.

Berawal dari sana akhirnya tradisi ulang tahun itu menjadi bagian dari rutinitas tahunan setiap ada sanak saudara dan kawan yang berulang tahun. Beruntunglah setiap momen itu datang, saya dan istri saya berusaha memaknainya tidak hanya sekadar prosesi hura-hura, makan-makan dan acara-acara lainnya.

Momen ini biasa saya gunakan untuk menghitung seberapa parah tingkat degradasi perbuatan kita. Meski tetap ada beberapa acara tambahan berupa makan-makan. Entah bertiga [saya, istri dan anak] atau bersama keluarga yang lainnya.

Ulang tahun sangat bermakna dan bernuansa kesenangan serta kebahagiaan biasanya ketika dirayakan untuk anak-anak. Akan memiliki makna kembali saat dirayakan oleh pasangan yang sudah sepuh dan tinggal berdua saja [kakek-nenek].

Juga indah ketika dirayakan oleh mereka yang sedang memadu kasih dan asmara.

Ulang tahun memiliki makna lain ketika dirayakan oleh pasangan suami-istri macam saya. Tak lagi memiliki nuansa kegembiraan seperti perayaan ultah anak-anak. Justeru yang ada adalah kesedihan demi kesedihan. :D

Kesedihan akan banyaknya dosa yang terus berambah, amal yang kadang stagnan malah berkurang.

Kesedihan akan umur yang semakin menua tapi belum lagi bisa memberikan yang terbaik untuk keluarga.

Kesedihan akan konyolnya usia yang berlalu begitu saja dan tiba-tiba tersadar betapa belum banyak yang diperbuat untuk bekal ke akhirat.

Dalam kesedihan-kesedihan itu, aku ucapkan untukmu istriku:

 



Selamat Ulang Tahun


 


 


 



[01 Nopember 1979 - 01 Nopember 2008]


Semoga panjang usia, panjang rejekimu, dikarunia kesehatan untuk selalu mendoakan suamimu yang sering lalai untuk membahagiakanmu. Semoga dikarunia istiqomah sebagaimana dhuha yang tiap hari kau lakukan. Karena istiqomahmu menjadikan rejeki kita datang dengan istiqomah.

Selamat Ulang Tahun Istriku, Maafkan Suamimu yang  Belum Sepenuhnya Membahagianmu.
Share on Google Plus

About Gempur Abdul Ghofur

0 comments:

Post a Comment