Kesalahan Pertama Barack Obama


Berita kemenangan Barack Obama pada pemilihan calon presiden partai demorat mengalahkan Hillary Clinton sebenarnya sudah diprediksikan sebelumnya. Kemenangannya jelas menorehkan sejarah baru dalam dunia politik Amerika. Obama adalah calon presiden pertama yang berasal dari kulit hitam. Kemenangan Obama yang didukung kuat oleh internet ini menjadi harapan baru bagi warga Amerika Serikat. Harapan baru memecahkan kebuntuan politik luar negeri AS yang sering meresahkan dan merugikan rakyat, terlebih kemampuannya yang dapat merangkul seluruh kalangan dengan kejujuran dan humanisnya.

Simpati yang tak datang dari rakyat Amerika semata, tapi harapan baru bagi dunia itu juga mendapat simpati dari dunia Arab. Tak kurang, rakyat Indonesia yang diwakili sebagian kalangan melakukan kampanye melalui dunia maya untuk mendukung kemenangannya. Sejarah Obama yang sempat mampir, tinggal dan sekolah di Indonesia, dinilai menjadi akar kedekatan rakyat Indonesia dengan Obama. Benarkah?

Popularitas Obama ternyata sempat merasuki pemikiran untuk mempertimbangkannya sebagai calon harapan pendamai dunia. Dalam keraguan, berharap banyak informasi yang masuk tak hanya satu sisi agar menjadi kemantapan pemikiran. Akhirnya, keraguan saya terbukti sudah. Kesalahan pertama dan fatal telah dilakukan Obama dalam pidatonya di depan lobi Yahudi Amerika. Nominasi sebagai calon harapan baru pendamai dunia gugur dengan serta merta.

Kenapa demikian?

Janji yang dia lontarkan didepan American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) untuk mendukung Israel sepenuhnya telah melukai perasaan umat Islam. Amerika secara eksplisit tak pernah mengakui kedaulatan Israel yang menjarah tanah Yerusalem dari palestina tahun 1967, meski tak pernah juga secara eksplisit memusuhi Israel, malah sebaliknya, mendukung apa saja yang dilakukan oleh Israel. Tapi, Obama justeru melampaui pengakuan Amerika terhadap Israel sebagai sebuah negara. Kebijakan politik luar negeri Obama jelas menyatakan bahwa keamanan Israel adalah hal yang "sakral" dan "tidak bisa dibantah". Obama juga mengatakan dia akan mengambil "segala" tindakan terhadap Iran untuk menghentikan negara itu memiliki senjata nuklir. [BBC Indonesia]. Obama juga tak akan mau berunding dengan faksi HAMAS Palestina karena dianggap sebagai teroris. Tak kurang presiden Palestina, Mahmud Abbas segera melakukan siaran pers menanggapi pidato Obama. Sesegera mungkin Mahmoud Abbas melakukan koordinasi dengan HAMAS untuk menentukan langkah politik yang ditempuh Palestina.

Sepertinya janji perubahan akan perdamaian Timur Tengah tak juga kunjung tiba jika Obama menang dan benar-benar merealisasikan janji politiknya di depan American Israel Public Affairs Committee (AIPAC). Obama jelas membela dengan tegas teroris dunia kelas wahid, Israel. Lantas, pantaskah Obama digadhang-gadhang sebagai harapan baru? Kita tunggu jawabannya!


Disclaimer: postingan ini bukan dimaksudkan untuk provokasi antiisrael atau Amerika. Sekadar mencoba obyektif, siapa sebenarnya teroris internasional dan siapa korbannya

Share on Google Plus

About Gempur Abdul Ghofur

0 comments:

Post a Comment