Sajak Pembebasan

Sajak Pembebasan

Telah jutaan detak jantung kau ukir
Semayamku dalam aliran darahku
Kau bentangkan dalam guratan-guratan
Penuh kerikil. Dendang kemerdekaan

Kau tiup bersama hembus dzikir
Gelora samudera menghantam pantai
Kau tancapkan saka penyangga
Sekukuh gunung. Lagu pembebasan jiwa.

Lalu, dalam khalwatmu
Kau semai aku dengan rintihan-rintihan
Melepas kefanaan, penderitaan benda-benda
Pederitaan merisau, gundah berdarah-darah

Ibu, sejak mula kau mengenalkanku
Apa itu merdeka, apa itu kebebasan
Maka, dengan tumpahan darahmu
Aku sambut sajak pembebasanmu!

Sajak yang terlahir dari airmata
Sajak yang mengalir dari darah tertumpah
Sajak yang melepaskanku dari benda-benda
Sajak yang mengantarku pada kemerdekaan

Kusambut dan kusongsong sajakmu, Ibu
Dan kukatakan padamu dalam bisu-bisu
"Telah kulewati semua, penderitaan bukan lagi derita.
Kehidupan bukan lagi beban.
Benda-benda telah menjadi fana.
Jiwaku merdeka, Ibu!
Jiwaku bebas tak terbelenggu.
Dan kini biarkan aku melebur, menyatu"

Aku lantunkan sajak pembebasanmu
Sejak mula kau mengukirku, Ibu!

Cikampek, 19 Juli 2003


Sajak ini saya temukan di antara tumpukan berkas lama yang rencananya akan dibuang. Untungnya, tumpukan tidak terlalu tebal sehingga ada waktu buat saya untuk memilah dan memilihnya. Berkat bantuan salah seorang sobat baik, akhirnya sajak dalam tulisan tangan itu terketik rapi dan bisa hadir di blog sederhana ini.
Share on Google Plus

About Gempur Abdul Ghofur

0 comments:

Post a Comment