Matinya Sang Harapan

Kekesalan dan amarah sudah ada di ujung ubun-ubun. Panas di siang Yogya ini semakin memperkeruh isi kepala. Berita kematian Agung Bastian Gultom, alumni SMAN 11 Surabaya tahun 2006, akibat penganiayaan yang dilakukan oleh seniornya di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda Jakarta, menjadikan umpatan keluar tak henti-henti. Terlebih, Agung alumni tempat saya bekerja dan mengabdi adalah tetangga yang hanya dipisahkan beberapa gang kecil perumnas.

Berita tersebut saya terima via sms dan chat dari Anas [pengelola dan pemilik Jembelisme.com] yang merupakan teman sekelas Agung semasa SMA. Kontan segera saya terbangun dari tempat tidur. Saya gelisah, marah sekaligus muak dengan model-model militeristik yang diterapkan oleh kampus-kampus manapun yang sok bergaya militer. Kemuakan saya semakin menjadi-jadi setelah tahu bahwa Agung dianiaya pada saat latihan upacara pedang pora, upacara pernikahan a la militer. Apa relevansinya dengan pendidikan di STIP?

Muak dan muaaaaaaaaaaaak...!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!


*berharap saya bisa seperti teman-teman yang bebas mengumpat, tapi apa daya....!!!!!*

Jelas ini postingan kemarahan, postingan yang tak memiliki kadar intelektual maupun ilmiah. Persetan dengan semua itu.....!!!! Saya ingin marah dan ingin melampiaskannya... Pecat semua taruna yang terlibat, pecat juga para pejabat yang menutupi dan tak mau tahu urusan tarunanya. Terlebih pejabat yang suka cuci tangan. Pecat mereka semua yang telah merampas harapan stu anak bangsa untuk menjadi manusia baik!!!

Kepada anda yang mampu mengumpat lebih dari pada saya, dengan ini saya ijinkan untuk mengumpat sebebasnya, asal tidak mengumpat Tuhan.


Untuk tante dan om orang tua Agung Bastian Gultom, saya doakan mudah-mudahan Agung diterima di sisi-Nya, panjenengan semua diberi ketabahan dan kekuatan untuk menuntut keadilan. Maafkan saya jika hanya bisa bantu mengumpat dan memaki.
Share on Google Plus

About Gempur Abdul Ghofur

0 comments:

Post a Comment