Surat Cinta untuk Rasul

Muhammad RasulullahKepadamu Rasul, ijinkan aku menuliskan sepucuk surat dari galaunya hati dan compang-campingnya keimanan serta rendahnya derajat kecintaanku pada-Nya

Rasulullah, sebagaimana kudengar dari para penutur kisah tentang sejarah kehidupanmu, satu yang selalu membuatku rindu dan tetap mencoba dengan keras mencintaimu, mengikutimu, menuruti ajaranmu dengan kebengalanku, engkau mencintai LAPAR.

Rasulullah, begitupun kudengar dari para pemimpin agama serta para orientalis, kuasamu yang menyatukan jazirah Arabia tak menjadikanmu memilih singgasana bertahta emas dan permata atau istana megah nan mulia berdiri kokoh di atas keringat budak. Satu yang selalu membuatku menangis pilu, engkau memilih KEMISKINAN sebagai jubah kebesaranmu.

Rasulullah, izinkan aku menemukan cintaku padamu dalam LAPAR dan KEMISIKINAN, agar ia tak menjadi bencana berujung kematian, agar ia menjadi jalan terang diriku menemukan-Nya.



[updated]

Surat cinta ini tertangkap dari lantunan shalawat nabi yang dibacakan pada perayaan Maulid Nabi SAW di berbagai daerah. Membahana ke angkasa dalam ringkihnya malam yang menampung derau suara yang makin parau di hiruk-pikuknya dentum musik hingar-bingar.

Lantunan suara itu menyorot ke udara dari berbagai arah ke angkasa membentuk sosok nabi dalam balutan cahaya turun ke bumi. Mengusap cahaya yang hinggap padanya penuh kasih sayang. Rasul memenuhi seruan shalawat ummatnya yang didera lapar dan miskin jasad berkepanjangan.


Disclaimer: Jangan pernah terfikir manusia berharap dan bercita-cita menjadi miskin, itu melawan kodrat kemanusiaan. Hanya diijinkan pada mereka yang memiliki derajat kecintaan pada-Nya yang mampu melampaui dan sampai pada pilihan, "saya memilih miskin!"
sumber gambar: http://cintarasulullah.files.wordpress.com/2007/06/muhammed.gif
Share on Google Plus

About Gempur Abdul Ghofur

0 comments:

Post a Comment