Catatan Perjalanan


Disclaimer: Catatan perjalanan ini sudah telat seminggu, mungkin sudah kehilangan momentumnya. Sepulang liburan, daftar lembar kerjaan sudah menumpuk dan tak sempat mengupdate blog.

Perjalanan ke Barat Mengambil Kitab Suci Menjemput Cinta
Perjalanan ke Barat [baca: Cikampek] menjemput/mengantar istri bukan sekali dua saya lakukan. Beberapa kali seiring kepentingan yang menyertai. Bedanya, kali ini saya harus mampir dulu ke beberapa lokasi. Semarang, Kendal, Yogya dan terakhir Cikampek adalah tujuan pengembaraan kali ini. Sebenarnya Bandung juga menjadi salah satu target, tapi karena sesuatu hal, terpaksa diurungkan.Keingingan bertemu dengan bloger kendal berjuluk Sawali ini memang benar-benar tak tertahankan. Ketokohannya melalui tulisannya, membuat saya sangat dekat secara emosional dengan beliau. Jauh hari, saya rancang untuk bertemu dengan beliau saat liburan ini. Hanya, mengingat isu dadakan kemarin menjadi isu yang kuat di kalangan blogosphere, akhirnya agenda silaturrahim meluas tak hanya antara saya, mas goop, mas goen dan mas STR, tapi meluas bersama loenpia [komunitas legendaris dan tertua bloger semarang] dan menjadi agenda kopdar terbesar yang pernah saya ikuti. Kopdar bersama bloger antardaerah, antarwilayah.Perjalanan saya awali menjelang dini hari menumpang bis menuju semarang. Malam itu malam yang mendebarkan, liburan memaksa saya berdiri berdesakan di atas bis meski bis AC dan Patas. Perjalanan Surabaya-Semarang memakan waktu 6 jam bonus ban bocor. Sesampainya di terminal terboyo yang maaf acak-acakan dan kumuh serta tergenang air juga semrawut di sana-sini saya lanjutkan menaiki bis warna kuning ke arah simpang lima. Saya menuju Masjid simpang lima, tempat di mana Loenpia menyambut kedatangan saya dan bloger-bloger lainnya.Sesampainya di Masjid, jam PDA saya menunjuk ke angka 7.10 pagi hari, pandangan saya langsung tertabrak pada wajah keren dan lembut hati.. wakakakakakaka... ternyata dia adalah mas goop sang dewanto, eit terbalik, mas dewanto sang "uncle goop". Tak panjang dan lebar, akhirnya langsung akrab. Berdua kami bercenkerama sambil menunggu teman loenpia.Perbincangan saya dan mas goop terhenti seiring dering hp dari teman Munif [sorry lupa blognya] dan mas Dandy "para jeruk segaaaaaaaarrrrrr".... *wakakakakaka...* yang menanyakan keberadaan saya. Jeruk itu istilah para loenpia untuk para jomblowan dan apel untuk para jomblowati... wekekekekkeek... *perut saya benar-benar sakit gara-gara mengingat istilah ini* Sementara untuk yogya menggunakan istilah wortel dan tomat. Kurang gaulnya saya membuat saya tertawa tak henti-henti dalam hati akan istilah-istilah ini. Kok bisaaaa?!!!!

Pertemuan kali ini sudah mulai mendapat gambaran terang, apa yang musti dibicarakan bila kumpul dengan para bloger lainnya. Tak lama berselang, muncul mas FianDigital tukang foto dan memang fotografer itu. Semarang memang khas. khas Jeruk segar! :D disusul oleh mas hyudee dan tak lama pak tomy yang santun dan njawani datang bersama anaknya yang cantik dan imut.

Ehm, hampir kelupaan, kalo ada mas goen yang datang bersama celo [cahandong crew], namun balik lagi menjemput sang jumawa, cewek dengan status gak jelas buat mas celo.. hehehehehehe.. Lama menunggu, akhirnya pak sawali datang juga. Beliau berangkat langsung dari kendal dan ternyata sedang menunggu kontak langsung dari kang kombor alias kang arif.. *kebalik gak yah?!* yang domisili di Tangerang dan sedang liburan menengok orang tuanya di Sleman.

Akhirnya, setelah kumpul, kami diajak kawan-kawan loenpia menuju tempat nyangkruk para bloger semarang ini yang masih dalam wilayah UNDIP. Kopdar tak kurang dihadiri oleh 25-an bloger [selain nama yang tersebut di atas dan dibawah, di antaranya kang fosil? :D, mas cordiaz, mas ahmad, mas jiban, dan yang lainnya lupa, maaf semaaf-maafnya], warung burjo ini memiliki menu yang beragam dan lumayan banyak. Alhasil, berbagai macam hidangan tersaji di atas meja dalam waktu yang tak seberapa lama. Di sela-sela menyantap hidangan, mas munif selaku sesepuh loenpia, membuka acara pertemuan bloger yang heboh ini.







Beliau mempersilakan kami para tamu untuk menyampaikan maksud kedatangan saya dan teman-teman bloger lainnya yang kebetulan memilih semarang sebagai tempat berkumpul. Akhirnya, saya memulai pembicaraan dan berorasi seperti benar-benar kampanye pemilu 2009 *wakakakakakaka*.. Cerita saya disambung dengan cerita pak sawali dan dilanjutkan sambutan kang arif dan terakhir lalu lintas tanya jawab dan sharing berkaitan dengan kammpanye antikelaparan.

eit, hampir lupa, sebelum perbincangan itu, hadir mas STR dan kang Arif yang dijemput teman-teman loenpia dan kang arif yang dijemput pak sawali. Keduanya hadir juga sebagai partisipan yang tangguh.

Sejujurnya, saya minta maaf pada teman-teman loenpia jika sudah merepotkan, terlebih saya tak bisa menyebut satu persatu para bloger loenpia yang datang kemarin karena keterbatasan memori kepala saya. Yang pasti, saya masih inget mbak fanny.. *ceileeeee, kalo cewek aja inget! wekekekekeke...*

Bla bla bla... akhirnya, kami (pak sawali, kang arif, mas goop dan saya) memutuskan meneruskan perjalanan ke kendal setelah semua pembicaraan kelar. Karena searah dengan tujuan kang arif, berbangga sekali bisa satu mobil dengan beliau menuju rumah makan pilihan pak sawali. Kami makan menghabiskan sisa waktu. Setelah beramah-tamah, kami foto bareng dan pulang. Kang arif ke tangerang, saya masih mampir ke tempat pak sawali bersama mas goop.

Perjalanan00067 Perjalanan00066 Perjalanan00064 Perjalanan00063

Versi lengkap skrinsyut lihat di sini


Mampir ke rumah pak sawali adalah sebuah kehormatan tersendiri, seperti mimpi. bahwa selama ini saya mengenal pak sawali dari tulisan dan kini sudah berada di padepokannya. hampir setengah tak percaya. Hingga tulisan ini terbit, saya masih merasa kejadian itu seperti kemarin sore. Saya tak banyak berkata-kata karena memang saya masih di alam mimpi. Mas goop juga tak banyak bicara.

Kesan itu berbeda, saya pulang masih dalam ketaksadaran, *terlalu bombastisss!* bersama mas goop saya menuju ke semarang mencari bis ke yogya. Perjalanan yang lumayan berbahaya karena pelanggaran telah saya lakukan dengan tidak memakai helm. *Maaf, Pak Polisi, tak bermaksud melanggar! saya sudah berupaya mencari bakul helm tapi tak ketemu! Sekali lagi Maaf!* Perjalanan yang menggetarkan dada bukan karena dibonceng mas goop karena selama perjalanan, saya memandang langit luas di jalan bebas hambatan dan dalam keadaan kencang! imajinasi liar saya menari di langit tentang Kanjeng Nabi.

Perjalanan saya lanjutkan ke yogya menumpang bis Joglosemar yang lumayan mahal meski sepadan dengan keyamanan yang ditawarkan. Itu pun masih beruntung karena masih kebagian bis. Kalau tidak terpaksa deh menginap di Semarang atau kalau tidak ya nunut mas goop ke secang.

Berikutnya, saya tak perlu menceritakan lagi, karena di yogya setelah jum'atan hujan deras hingga sore. Praktis tak bisa ke mana-mana. Sorenya tancap gas ke Cikampek dan paginya menjumpai istri dan anak yang masih lelap dibuai mimpi. Akhirnya, cintaku kujumpai juga. Syukur pada-Mu ya Allah!

NB:

ada banyak kisah yang melatari pertemuan di semarang ini, di mana salah satunya adalah peran besar mas goop yang membuat mas pepeng menyambutnya dengan pengertian yang berbeda.. *la mosok, dikira mo ngadain aksi dan kampanye keliling semarang, wekekekekekekeke*

sangat disayangkan, mbak stey gak bisa ikutan kopdar, mas nazieb dan mbak hanna yang batal datang ke semarang. tapi tak apa. semua sudah terjalani dengan baik.
Share on Google Plus

About Gempur Abdul Ghofur

0 comments:

Post a Comment