Aksi Nyata Anti Kelaparan, Meski Kecil

Tulisan mbak Hanna membuat saya semakin kukuh untuk mengkampanyekan anti kelaparan. Sabtu sore ini, 15 Maret 2008 pukul 15.00, TPC akan mengadakan pertemuan besar mengundang para anggotanya untuk kampanye blogging dan kampanye anti kelaparan sebagai bentuk aksi nyata kepedulian bloger untuk rakyat kelaparan. Mudah-mudahan sukses. Aksi ini juga untuk penggalangan dana bagi rakyat kelaparan di Makasar.

Kampanye anti kelaparan

Mereka-mereka yang telibat dalam penggalangan dana di bawah ini:

1. Untuk Jakarta, Chika.
2. Untuk Tangerang, Edy Caplang.
3. Untuk Surabaya, Siwi, Mas Arul, dan Mas Gempur.
4. Untuk Yogjakarta, Gun-gun.
5. Untuk Bandung, Kang Herry .
6.Untuk Makassar sendiri, Ina.

Sementara yang mau gabung silakan.. temen-temen dari jember sepertinya juga banyak kasus kelaparan dan gizi buruk. Mari bergabung.

Untuk donasi silakan kirim ke:

no rekening:
479-0057126
Tjhia Fui Ha
BCA
KCP. Bojong Indah

UPDATED

Anggota TPC yang hadir pada acara ini sekitar 30-an, acara kampanye ini diisi dengan peliputan oleh radar surabaya (harian lokal group jawa pos) dan suarasurabaya.net (radio) dilanjutkan diskusi dan konsolidasi internal TPC. Sayangnya, suarasurabaya.net tak bisa mengikuti acara hingga selesai.

kelana kota

Diskusi berlangsung hangat membahas isu aktual yang sekarang sedang marak di kalangan bloger terkait isu antikelaparan dan gizi buruk. Masin-masing memberikan usulan-usulan kongkrit bagaimana TPC merespon isu ini ke depan. Beberapa hasil yang didapatkan terkait tahun antikelaparan antara lain:

  • TPC melakukan penggalangan dana dengan deadline tanggal 27 Maret 2008 untuk korban kelaparan Makassar sebagai bagian dari kampanye antikelaparan nasional

  • penetapan tahun 2008 sebagai tahun antikelaparan akan digunakan TPC sebagai isu besar sepanjang tahun untuk menggalang dana kemanusiaan. Kasus Makassar dijadikan sebagai titik awal keseriusan TPC menggalang dana untuk membantu korban kelaparan di berbagai daera, utamanya Surabaya dan Jawa Timur. Untuk daerah-daerah lain, diharapkan komunitas Bloger masing-masing daerah siap siaga sepanjang tahun untuk menampung informasi dan membantu kasus-kasus kelaparan yang terjadi di daerah masing-masing

  • secara teknis,

    • TPC membuka rekening tersendiri untuk menampung donasi sebagai dana kemanusiaan tanggap antikelaparan sepanjang tahun 2008

    • membuat halaman khusus di situs TPC untuk menampung informasi kasus-kasus kelaparan yang terjadi di berbagai daerah utamanya Jawa Timur

    • membuat halaman khusus berisi informasi terkait TPC peduli antikelaparan

    • membuat halaman khusus berisi informasi dana hasil sumbangan para donatur




Setelah diskusi dan konsolidasi selesai, para "heroes" melakukan penggalangan dana yang mana mampu mengumpulkan nominal 184 ribu rupiah. Dilanjutkan aksi kelima heroes yang memang sepertinya "diskenario Tuhan" untuk mendapatkan dana cash sebesar 300 ribu rupiah. Total yang terkumpul 484 ribu rupiah. Aksi kelima heroes [andibagus, khuclukz, deteksi, rere, risda] ini mengikuti kuis yang diselenggarakan oleh sebuah produk yang kebetulan sedang melakukan promosi yang diliput online radio colors.

Dana yang didapat cukup mengobati kekesalan para "Heroes" yang sebenarnya mengalami depresi. Kampanye nge-blog di taman bungkul yang rencananya diharapkan sukses terganjal ulah petugas kebersihan yang cari uang sampingan. TPC dilarang menyebarkan brosur yang sudah disiapkan dari rumah dengan alasan harus izin dulu pada pengelola Taman Bungkul.

Pada awalnya, para "heroes" bisa menerima dan tak jadi menyebarkan brosur, puncak kejengkelan tak bisa dibendung lagi manakala kita sudah patuh tapi masih dimintai uang kebersihan hanya gara-gara satu brosur yang terpegang tangan mereka. Emosi saya tak bisa dibendung, saya marah-marah, saya paksa mereka menemui petugas pengelola taman bungkul, ternyata mereka tak bersedia dan mimilih damai di tempat. Dalam batin saya mengumpat: "dasar tukang peras!"

Sebenarnya, saya tak tega dan tak sampai hati pada mereka, siapa tahu mereka calon orang yang kelaparan. Saya kasihan dan iba, tapi apa daya, cara licik mereka membuat saya marah dan tak jadi iba, malah marah-marah. Kepada mereka, maafkan saya, lain kali yang sopan dan berbaik hatilah pada TPC, kami akan membalasnya dengan kebaikan berlipat-lipat.
Share on Google Plus

About Gempur Abdul Ghofur

0 comments:

Post a Comment