Makna Pembebasan

Pembebasan sejatinya adalah upaya membebaskan diri dari situasi yang membelenggu pikiran, ucapan dan tindakan

Definisi dangkal dari kontemplasi singkat selama beberapa menit membaca kembali posting sebelumnya. Menjadi sedemikian menarik karena teringat akan buku lama dari pemikir India Muslim, Ali Asghar Engineer tentang Teologi Pembebasan Islam (liberation theology in Islam).

Saya tak hendak membahas pemikiran beliau, saya hanya teringat akan konsepnya dan tak hendak melahirkan konsep baru sebagai bentuk sintesis dari pemikirannya dan pemikiran saya sendiri. Itu jelas tak sebanding. Kualifikasi keilmuan saya yang sedemikian rendah tak akan menjadikan saya berani mengonsep sesuatu tentang apa itu pembebasan dalam Islam.

Teringat kisah Bilal yang sedemikian militan memperjuangkan kata "Allahu Ahad" di tengah budaya yang mengagungkan ‘berhalaisme’.

Kini, setelah 15 abad kurang lebih dari kisah ‘pembebasan fenomenal’ Rasulullah SAW yang menuai sukses gemilang, saya curiga pada diri saya sendiri. Saya sedemikian tercekam ketakutan, jangan-jangan tirani ‘berhalaisme’ itu kini mengalami ‘reinkarnasi’ menjadi bentuk tak kasat mata dan mempengaruhi jiwa saya sedemikian rupa yang menjadikan saya sulit membebaskan diri untuk berfikir, berucap dan bertindak?

Tolong bantu saya!

——-


Artikel sebelumnya sudah meresahkan saya sedemikian rupa. Merangsang untuk mengupas setiap detil pikiran saya tentang ‘pembebasan’ yang memiliki banyak dimensi dari ranah filosofi, teologi, sosial, ekonomi hingga dunia sufi.
Share on Google Plus

About Gempur Abdul Ghofur

0 comments:

Post a Comment