Makna Pembebasan [bag.2]

Rasulullah SAW pernah bersabda: "Jihad terbesar adalah melawan hawa nafsu"

Melanjutkan posting sebelumnya, kini pembebasan dipandang dari sisi Islam. Sabda di atas mengisyarakatkan makna yang dalam yang berimplikasi pada semua aspek kehidupan yang di antaranya sosial, ekonomi dan politik.

Kata pembebasan tak lepas dari 'teologi pembebasan' yang menjadi bahasan serius sebagai respon akibat merajalelanya kapitalisme yang berdampak pemiskinan di negara dunia ketiga. Teologi pembebasan dimunculkan sebagai aktualisasi kembali nilai-nilai agama dalam merespon keadaan sosial masyarakat. Agama yang pada era industrialisasi ditinggalkan, mulai digali kembali nilai-nilainya untuk mencari kembali perannya. Setidaknya itu yang tertangkap tentang sejarah awal kemunculan teologi pembebasan.

Mengutip wikipedia tentang definisi pembebasan,
Teologi pembebasan adalah sebuah paham tentang peranan agama dalam ruang lingkup lingkungan sosial. Dengan kata lain Teologi pembebasan adalah suatu usaha kontekstualisasi ajaran-ajaran dan nilai keagamaan pada masalah kongkret di sekitarnya.

Sebelum beranjak lebih jauh, maka lebih baik menarik diri untuk tidak mengangkat pembebasan pada kehidupan sosial. kehidupan sosial dimulai dari kehidupan individu yang berlanjut interaksi individu-individu yang membentuk komuni sosial. Kembali pada sabda di atas, Rasulullah SAW sejak awal kerasulannya sudah menekankan pada nafsi-nafsi [baca: pribadi-pribadi] dalam menyikapi kebobrokan perilaku umatnya saat itu.

Yang tertangkap dengan gamblang dari sabda tersebut adalah pembebasan dalam konteks pribadi yang kalau dirumuskan menjadi,
Perjuangan melawan tirani nafsu pribadi yang menghalangi diri untuk bertemu dengan-Nya

Jika setiap individu mengejawantahkan 'makna sederhana' pembebasan tersebut dan diimplementasikan dalam kehidupan sosial, maka serakah menumpuk-numpuk harta hanya akan menghalangi seseorang untuk lebih mengenal-Nya. Sementara berbagi rezeki dengan berderma mendekatkan diri dengan-Nya

Sungguh, maknanya sangat luas, dan satu artikel di blog ini tentu tak akan cukup mengurai makna dan implementasinya. Untuk itu, bantu saya menguraikannya dan mencari jalan keluar implementasinya.
Share on Google Plus

About Gempur Abdul Ghofur

0 comments:

Post a Comment